Barang Ribawi Dan Illatnya
Maka ia termasuk barang ribawi.
Barang ribawi dan illatnya. Terdapat 6 barang ribawi yang disepakati oleh ulama iaitu emas perak tamar gamdum barli dan garam. Sebagai barang yang tidak boleh ditukar dengan barangan yang sama secara berlebihan. Transaksi riba hanya akan terjadi pada barang ribawi yang memiliki illat yang sama. Seperti beras pertama ia makanan dan cara memperjual belikannya dengan ditimbang atau ditakar.
Termasuk riba menjual barang ribawi sama illat dan jenisnya jika dilebihkan satu sama lain karena lain mutu atau kwalitasnya. Penting sebagai catatan bahwa kesamaan ukuran dan timbangan antara kedua barang dan harga barang barang ribawi adalah harus ditentukan dengan keadaan bahwa barang tersebut telah sampai kepada kondisi. Sebab uang merupakan alat pembayaran yang sah dan diakui oleh pemerintah yang mengeluarkannya. Barang tersebut pun harus diserahkan saat transaksi jual beli.
Layaknya fungsi emas dan perak saat hadist tentang benda benda ribawi disampaikan. Misalnya mata uang emas perak atau kertas dengan pakaian. Jual beli antara barang barang yang bukan ribawi diperbolehkan tanpa persamaan dan diserahkan pada waktu akad misalnya pakaian dengan barang elektronik. Semisal sama serta tunai barangsiapa menambah atau meminta tambahan maka ia telah melakukan riba baik yang mengambil dan memberi adalah sama saja artinya barangsiapa menambah dalam konteks tukar menukar at tabadul tukar menukar dengan jenisnya atau meminta tambahan maka telah.
Dan dalam lafadz hadits yang diriwayatkan imam muslim setelah menjelaskan barang barang ribawi. Makanan yang bisa ditakar dan ditimbang. Selain merupakan alat tukar uang juga menjadi satuan harga barang. Adapun jika illatnya berbeda dan ini mengharuskan jenisnya yang berbeda pula maka jika dibarter tidak akan terjadi transaksi riba secara mutlak.
Dari pendapat ini para ulama kemudian berbeda pendapat tentang illat sebab atau alasan barang barang yang disebutkan nabi sehingga disebut sebagai barang barang ribawi. Adapun bila barang ribawi di atas diniatkan untuk diperjualbelikan tidak dengan sesama jenisnya maka syarat yang harus dipenuhi adalah harus kontan hulul dan harus saling menerima taqabud. Adapun untuk contoh kedua misalnya beras jagung kacang tanah kedelai dll. Jual beli antara barang barang ribawi sejenis hendaklah dalam jumlah dan kadar yang sama.
Saya jual berasku 100 kg yang aku peroleh dari tunjangan pemerintah ini dengan berasmu yang baru itu 90 kg atau gula 5kg warnanya putih sekali ini dijual dengan gula agak kekuning kuningan 6 kg. Jual beli barang ribawi dengan yang bukan ribawi tidak disyaratkan untuk sama dalam jumlah maupun untuk diserahkan pada saat akad. Dan ini ada dua kemungkinan mungkin jenisnya sama atau berbeda. Sebagaimana yang kita sebutkan sebelumnya bahwa nabi menyebutkan barang barang ribawiyah berupa emas perak gandum halus gandum kasar kurma dan garam.
Semua ini dan semisalnya memiliki illat seperti jenis kedua yaitu. Contoh barang ribawi zaman now adalah uang kartal baik jenis uang kertas maupun uang logam.